Lebah Mungil Bernilai Ekonomis Yang Tidak Menyengat Serta Kaya Manfaat.

Berbeda dengan lebah penghasil madu pada umumnya yang suka menyengat dan membuat kulit lebam, ternyata juga ada jenis lebah penghasil madu yang tidak menyengat. Lebah tersebut dikenal dengan nama lebah klanceng atau Trigona. Secara fisik, bentuknya lebih kecil dari lebah madu biasa, tidak menyengat, dan mungkin dulu lebih dikenal sebagai hama. Namun kini, lebah klanceng mulai populer dibudidayakan.

Cara budidaya lebah klanceng juga terbilang mudah. Sifatnya unik, hidupnya tidak bergantung pada polen bunga seperti jenis lainnya. Menurut Fivien Nur Savitri dalam kabar penelitian itb.ac.id dengan judul Lebah Tanpa Sengat, Sumber Inspirasi Untuk Lahirkan Inovasi,  Trigona dapat dibiakkan dimana saja termasuk di wilayah perkotaan dengan syarat terdapat sumber resin atau getah dari pohon sekitar untuk menghasilkan propolis di sarangnya.

“Propolis yang dihasilkan oleh lebah Klanceng mengandung antioksidan berupa flavonoid ditambah berbagai jenis vitamin, mineral, serta asam amino esensial,” ungkapnya.

“Propolis tersebut dapat dimanfaatkan sebagai suplemen untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh, mempercepat proses penyembuhan penyakit, serta sebagai bahan baku perawatan kecantikan dengan mempercepat regenerasi sel dan menunda proses penuaan pada kulit,” pungkasnya.

Harga jual madu lebah klanceng ini juga menggiurkan. Untuk 1 botol 250 ml, bisa mencapai harga 150 rb. Dua kali lipat dari madu biasa, yang per botolnya dijual 75 rb (survey harga dari Tokopedia 20/01/2020). Hal ini dikarenakan permintaan pasar yang masih besar, sementara  jumlah produsen madu klanceng masih sedikit, sehingga harganya relative tinggi.

Madu merupakan salah satu produk primadona HHNK (Hasil Hutan Non Kayu) di Indonesia. Mengingat banyaknya manfaat madu untuk kesehatan, kecantikan, dan lain-lain tentu membuat madu punya nilai ekonomi cukup tinggi. Sehingga hal ini bisa menjadikan budidaya lebah klanceng sebagai alternative penghasilan tambahan bagi petani desa sekitar hutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *